Alhamdulillah, senang rasanya masih dapat menikmati indahnya karunia-Nya hari ini. Atas rasa syukur tersebut, saya ingin membagikan beberapa tips dan trik yang sederhana namun berdampak luar biasa terutama bagi bumi ini. Tulisan ini saya dapat dari penunjuk harga pada jaket produksi salah satu distro di Bandung yang saya beli. Berikut kutipannya.
Alhamdulillah, senang rasanya masih dapat menikmati indahnya karunia-Nya hari ini. Atas rasa syukur tersebut, saya ingin membagikan beberapa tips dan trik yang sederhana namun berdampak luar biasa terutama bagi bumi ini. Tulisan ini saya dapat dari penunjuk harga pada jaket produksi salah satu distro di Bandung yang saya beli. Berikut kutipannya.
Jumat, 6 April 2012
Mengawali hari dengan sholat subuh dan dilanjutkan tilawah di pagi hari, kemudian saya bergegas untuk mandi karena ada jadwal futsal dengan teman-teman XII IPA 2 di Halim Futsal. Lawannya? XII IPA 4! Setelah mandi dan sarapan pagi dengan kedua orangtua, saya lekas pamit menuju TKP. Dengan diantar mobil publik (baca: angkot), saya tiba di tempat tujuan jam 07.40. Ya, walaupun saya telat tapi ternyata yang sudah datang baru Arfi dan Bhre. Setelah menunggu sekitar 20 menit, barulah satu per satu teman-teman dari IPA 2 dan IPA 4 datang. Kami memulai pertandingan sekitar jam 08.00. Di pertandingan ini, IPA 2 tampil dengan baju nasionalnya untuk pertama kali. Hasilnya? Wah tidak terhitung skornya saking banyaknya gol tercipta dari IPA 2 maupun IPA 4. Setelah 2 jam bermain, kami istirahat sambil ngobrol dan mengeringkan badan sekitar satu jam. Setelahnya teman-teman pulang dan tinggal tersisa Ary dan saya. Saya dan Ary selanjutnya pergi ke Masjid Raya Al Huda, Cililitan untuk menunaikan sholat Jumat. Kebetulan di hari ini kelompok mentor saya janjian untuk kumpul di masjid ini.
Dalam kesempatan itu pula Akh Diwang memberi beberapa nasihatnya yang terakhir di halaqah kami sebelum secara resmi ditransfer diantaranya:
1. Tarbiyah bukanlah segalanya, tetapi segalanya berawal dari tarbiyah
2. Jadilah ahli di bidangnya dan isilah pos-pos penting di bidang itu
3. Tetap lanjutkan proses tarbiyah di manapun kelak kita berada
Setelah memberi nasihat-nasihat yang super tersebut, kami melanjutkan pertemuan itu di kedai makan Ayam Lepas, Cililitan depan PGC (Pusat Gaul Cililitan, hehe). Di sesi yang kedua itu banyak pula pembicaraan, tapi hanya satu yang saya ingat: "Kalau ana ga ikut tarbiyah, mungkin ana sekarang ngerokok setelah makan", kata Akh Diwang karena sebagian besar teman kantornya merokok setelah makan.
![]() |
| Sesi Ramah Tamah di Ayam Lepas, Cililitan |
Sekian, Wassalamu'alaikum wr. wb.
Islamedia – Tulisan ini ditujukan untuk seluruh mahasiswa, pemuda yang masih mempertanyakan kenapa harus mentoring? Apa sih itu mentoring dan yang lebih penting apa itu manfaatnya? Atau bisa juga tulisan ini untuk para mentor yang masih mempertanyakan kenapa saya menjadi mentor? Apa sih urgensinya dan bagaimana mentoring mampu menjadi bagian dari membangun peradaban?
Kenapa Harus Mentoring?
Karena mentoring sebenarnya adalah proses untuk “akselerasi kedewasaan”. Kedewasaan ini sangatlah luas. Bisa jadi, kedewasaan dalam memahami Islam, kedewasaan dalam berilmu sesuai pilihan kompetensinya, kedewasaan dalam menyikapi masalah, kedewasaan dalam memilih keputusan, bahkan kedewasaan dalam bergaul mengenal karakter manusia.
Kedewasaan, Kenapa? Kenapa Bisa? Dan Apakah Harus Dengan Mentoring?
Lalu, Kenapa Harus Mentoring Yang Isinya Materi Melulu ?
Materi? Ya, terkadang, mentor memang tidak mampu menerjemahkan materi "mati" menjadi “hidup”. Mentor harus paham, bahwa “mempelajari” dan “membaca” sebuah materi adalah satu masalah, sedangkan “membumikan” dan “mengkomunikasikan” materi kepada adik mentor, adalah masalah lain yang berbeda, jangan disamakan.
Mentoring mengandung tiga aspek, yaitu kognitif (materi keilmuan, knowledge. Bisa jadi rasmul bayan yang kita dapat dulu saat pertama kali liqo), afektif (sikap, bersikap saat menyampaikan, raut muka, bahasa tubuh, mimik wajah), dan psikomotorik (bisa jadi saat rihlah, olahraga, intonasi). Psikologi dan suasana mentoring akan sangat mempengaruhi adik mentor.
Mentoring, Apa Hubungannya Dengan Kesuksesan Saya? Apakah Mentoring Harus Bermateri Agama Islam?
- HOS Cokroaminoto punya tiga binaan, yaitu Sukarno (Presiden Pertama RI), Semaun (Pemimpin PKI Madiun), dan Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo (Pemimpin DI TII/ NII). Nah, semua jadi “tokoh” kan ? Walaupun akhirnya jadi berseberangan, itu mungkin karena mereka pada ngebandel,mentoringnya gak selesai kali ya?
- Jesse Jackson, senator negro pertama AS yang Yahudi. Salah satu binaannya adalah Lewis “ Scooter” Libby ( Staf DEPLU AS), dan salah satu binaan dari mentoringnya Yahudi dari Libby ini, sekarang menjabat sebagai Presiden Bank Dunia, Paul Wolfowitz (Pasti tahu dia kan?)
- Badiuzzaman Said Nursi, pemimpin Harokah Islamiyah dari Turki, penentang sekulerisme Kemal Pasha, dengan jamaahnya, Jamaah Nur, dan risalahnya, Risalah Nuriyah, punya kader yang masih dalam mentoringnya langsung, yaitu Dr. Necmetting Erbakan, dengan Partai Refah-nya, mantan PM Turki yang akhirnya terjungkal oleh militer, digantikan oleh Tanshu Ciller, dan hingga akhir hayatnya, dilarang terjun ke politik. Namun, Erbakan ini punya 11 binaan yang dipersiapkan untuk terjun ke politik praktis, dan 2 diantaranya adalah Abdullah Gul ( Presiden Turki sekarang) dan Recep Thayyip Erdogan ( PM Turki sekarang), yang mendapatkan amanah kepemimpinan dengan partai baru, Partai Keadilan dan Persatuan.
- Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, Abdul Latief, dan Fadel Muhammad adalah kader Golkar, yang sengaja dibentuk semenjak masih di bangku kuliah ITB untuk mengendalikan sektor riil Indonesia, dengan suatu saat nanti mengendalikan asosiasi dagangnya, yaitu KADIN. Mereka terkenal dengan sebutan “Grup Gelapnyawang”, murobinya, pasti semua kenal, Ginanjar Kartasasmita, Ketua DPD RI sekarang.
- Tahu teman satu mentoring-nya Einstein ? Ya, Schrodinger! Dan tahu nama komunitas diskusinya ? Ya, The Royal Society, yang sudah ada semenjak Sir Isaac Newton hingga Stephen Hawking sekarang.
Jadi Kenapa Mentoring? Saya Butuh Jawaban Logis- Rasional-Kuantitatif !
Baik, itu pertanyaan favorit saya, saya akan berikan jawaban: Karena dengan mentoring, maka kamu akan mengalami Akselerasi/Percepatan Kedewasaan.
Baik, saya kasih contoh tersegmen :
Kedewasaan Ilmu
Kedewasaan Bisnis
Maksudnya? Ya, biasanya, orang punya ide luar biasa untuk terjun ke sektor riil, namun bingung mulai dari mana, tidak ada modal, tidak ada jaringan, dll. Nah, dengan mentoring bisnis ini, kamu bisa mendapatkan ilmu luar biasa bahwa ternyata bisnis besar bisa dimulai dengan tanpa modal! Bahwa jaringan itu bukan hal yang sulit! Dan, kamu bisa mendirikan perusahaan berbasis kompetensi kuliah kamu, seperti halnya Steve Jobs, atau Michael Dell, sebelum berusia 25 tahun! Nah, luar biasa bukan efek dari mentoring itu?
Kedewasaan Psikologis
Maksudnya, apa lagi? Hm, menjadi jenius bukan berarti terus jadi asosial loh. Jarang bergaul dan susah berinteraksi, seperti Steve Nash di Film A Beautifil Mind, sampai kena Skizofrenia segala! Sudahlah, cobalah untuk bisa paham bahwa karakter manusia itu beragam, ada yang sensitif, agresif, ekspansif, bahkan arogan segala! Tahu kan, biasanya orang asosial punya kecenderungan bunuh diri tinggi, bahkan suka gagal dalam membangun karir dan relasi. So, mau cepet dewasa dalam menyikapi permasalahan hidup? Yuk, mentoring.
Kedewasaan BerIslam
Ah, kamu pasti tidak mau disebut fanatik kan? Fanatisme berlebihan terjadi karena dogmatis yang tanpa ada diskusi dan interpretasi. Islam tidak seperti itu, kita diberikan kesempatan untuk bertanya seluas dan sedalam mungkin, kita bahkan ditantang untuk membuktikan kebenaran Islam dalam Al Quran, dan percayakah kamu, Malaikat saja bertanya! Mempertanyakan kepemimpinan manusia di bumi? Dan, mereka tidak disebut Allah dengan kurang ajar lho. So, mau menjadikan Islam sebagai sebuah gaya hidup? Setelah kamu jadi peneliti, pengusaha, hingga dosen, kamu akan kehilangan ruh dan karakter kuat manakala tidak punya prinsip yang kuat, dan saya yakin, Islam adalah prinsip hidup yang paling nyaman dan menyenangkan buat manusia, mau mentoring Bos? Yuuuk……
Intinya, dengan mentoring, kamu bakalan lebih cepat mengalami kedewasaan, mengenali potensi kemanusiaan kamu, hingga menata hidup kamu lebih baik, bukan Cuma buat kamu sendiri, tapi juga buat lingkungan sekitar kamu…Asyik kan?
Nah, contoh-contoh argumen diatas, apakah bisa dipakai? Sekedar saran ringan saja.
Ridwansyah Yusuf Achmad (Kepala Gamais ITB (08/09), Presiden Keluarga Mahasiswa ITB (09/10)
"Allahumma inni istauda'tuka maa qara'tu wa maa sami'tu wa maa hafizhtu wa maa ta'allamtu fardud hu ilayya 'inda haajati ilaihi""Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu akan apa-apa yang telah aku baca, telah aku dengar, dan telah aku hafalkan serta telah aku pelajari, maka keluarkanlah itu semua kembali saat aku membutuhkannya"
Wah, udah lama ya saya nggak ngupdate ini, ya sekitar setahunan lah. Pada kesempatan ini saya mau ngupdate poin-poin penting dari hasil mentoring dengan Akh Dimas di Masjid Al-Huda SMAN 14 Jakarta tadi siang. Sengaja, biar ga lupa dikemudian hari, siapa tau bermanfaat :-)
"Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niatnya"
Ridho Allah berada dalam berada dalam ridho kedua orangtua (H.R. Tirmidzi)
"Guru ibarat lilin, yang membakar dirinya sendiri untuk menerangi orang lain"
Allah mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. (QS.Al Mujadilah :11)




- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact